UJI POTENSI DIRI GRATIS untuk Mendapatkan Beasiswa Data Science
dan Kesempatan Internship di Perusahaan Ternama Indonesia  DAFTAR DISINI

Rumus Excel yang Paling Sering Digunakan dalam Dunia Kerja

Belajar Data Science di Rumah 15-Oktober-2020
https://www.dqlab.id/files/dqlab/cache/293a1ba19203df83e0e5c81987090f60_x_Thumbnail800.jpg

Beberapa orang mungkin tidak asing lagi dengan aplikasi Microsoft Excel. Excel adalah aplikasi dasar spreadsheet yang paling banyak digunakan oleh setiap orang.  Fungsi utama Excel adalah untuk melakukan perhitungan mulai dari perhitungan dasar seperti tambah, kurang, bagi dan kali, sehingga banyak pengguna (termasuk pelajar dan pekerja kantoran) menggunakan aplikasi ini. Hampir semua pekerjaan di bidang akuntansi dan keuangan, industri, statistik dan penelitian, dan banyak bidang lainnya menggunakan perangkat lunak ini.


Meskipun munculnya banyak perangkat lunak spreadsheet lainnya, Excel tetap menjadi perangkat lunak spreadsheet standar dalam dunia kerja. Software penghitung data ini terbukti mampu dalam mempercepat pekerjaan khususnya menghitung beragam angka menggunakan rumus. Setiap pengolahan data pada aplikasi Microsoft Excel menggunakan rumus, terutama rumus untuk menyelesaikan masalah logika. Dalam dunia kerja, kemampuan menggunakan rumus Excel dibutuhkan untuk mempercepat proses pengolahan data perusahaan. Pada artikel ini, DQLab akan membahas apa saja rumus yang sering digunakan dalam dunia kerja dan wajib untuk diketahui bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja. Simak pembahasan berikut ini!


1. Fungsi Microsoft Excel

Selain wajib mengetahui rumus Excel yang paling sering digunakan, kamu juga perlu mengetahui terkait fungsi Microsoft Excel itu sendiri. Adapun fungsi atau kegunaannya dalam pekerjaan sehari-hari, terlebih di dunia kerja, diantaranya sebagai berikut:

  • Membuat, mengedit, mengurutkan, menganalisis, meringkas data.

  • Melakukan perhitungan aritmatika dan statistika  dan membantu menyelesaikan soal-soal logika dan matematika.

  • Membuat grafik dan tabel untuk sebuah tabel data. Contohnya, grafik pertumbuhan traffic sebuah website, grafik pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya.

  • Membuat laporan keuangan perusahaan, seperti laba dan rugi perusahaan, gaji karyawan, dan lain sebagainya.

  • Menghitung dan mengelola investasi, pinjaman, penjualan, inventaris, dan lain-lain.

  • Membuat daftar hadir serta daftar nilai sekolah maupun universitas.

  • Melakukan konversi mata uang.

  • Dan lain sebagainya.


Baca juga: Belajar Excel, Yuk Kenali 3 Jenis Penggunaan Rumus IF Pada Excel


2. Rumus Formula Dasar Excel: Sum, Average, Min, Max, Count



Fungsi rumus Sum, Average, Min, Max, dan Count pada Excel merupakan rumus dasar yang tersedia dalam tombol perintah Autosum pada tab Formula di Ribbon. Berikut fungsi dan kegunaan rumus-rumus tersebut.

Rumus Excel

Kegunaan

SUM

Rumus untuk menjumlahkan data-data/total data

=SUM(cell pertama : cell terakhir)

Ex: =SUM(A2:A6)

AVERAGE

Rumus untuk menghitung nilai rata-rata (mean)

=Average(cell pertama : cell terakhir)

Ex: =AVERAGE(A2:A20)

MAX

Rumus untuk menampilkan nilai data terbesar

=MAX(cell pertama : cell terakhir)

Ex: =MAX(A2:A13)

MIN

Rumus untuk menampilkan nilai data terkecil

=MIN(cell pertama : cell terakhir)

Ex: =MIN(A2:A13)

COUNT

Rumus untuk menghitung banyaknya sel pada range

=COUNT(cell pertama : cell terakhir)

Ex: =COUNT(A1:M1)


3. Rumus Formula Logic: IF

Fungsi IF merupakan salah satu fungsi Excel, termasuk dalam kategori logika yang digunakan untuk memeriksa dan menguji kondisi tertentu dalam rumus Excel. Jika kondisi terpenuhi maka fungsi akan mengambil nilai yang telah ditentukan, begitu pula sebaliknya.

Dengan kata lain, fungsi IF disebut sebagai fungsi bersyarat. Fungsi ini melakukan evaluasi uji logika, lalu mengembalikan nilai benar atau salah.


Saat menguji logika fungsi IF, biasanya berisi operator perbandingan Excel, seperti sama dengan (=), lebih besar dari (>), kurang dari (<), lebih besar dari atau sama dengan (>=), kurang dari atau sama dengan (<=). Dan operator kalkulasi, seperti penjumlahan (+), pengurangan (-), pembagian (/) dan perkalian (*).


Salah satu jenis penggunaan rumus IF yaitu rumus IF Tunggal yang artinya adalah satu. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan rumus IF tunggal untuk menentukan 1 dari 2 persyaratan. Berikut ini contoh rumus IF pada nilai yang lulus/tidak lulus sebagai contoh dari penggunaan rumus IF tunggal pada Excel.

Rumus If Tunggal Excel

Pada contoh gambar di atas, rumus Excel yang digunakan pada sel B2 adalah:

=IF(A2>70;”LULUS”;”TIDAK LULUS”)

Rumus Excel yang dimaksud di atas adalah menguji logika pada sel A2 apakah nilainya lebih dari 70 atau tidak. Jika nilai A2 lebih dari 70 (kondisi terpenuhi/TRUE), maka rumus IF akan menghasilkan nilai LULUS. Sedangkan jika nilai A2 tidak lebih dari 70 (kondisi tidak terpenuhi/FALSE), maka rumus IF akan menghasilkan nilai GAGAL.


4. Rumus Lookup & Reference: Vlookup & Hlookup

Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP pada Excel akan membaca tabel referensi di mana dua atau lebih tabel memiliki data yang terhubung satu sama lain. Fungsi VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format vertikal. Bentuk penulisan fungsinya =VLOOKUP(lookup_value, tabel_array, col_index_num) atau bisa juga =VLOOKUP(Nilai Kunci, letak table, nomor kolom). Sedangkan fungsi HLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format horizontal. Bentuk penulisan fungsinya =HLOOKUP(lookup_value, tabel_array, row_index_num) atau bisa juga =HLOOKUP(nilai kunci, letak table, nomor baris).


Berikut ini contoh penggunaan fungsi VLOOKUP dengan menggunakan nilai yang sama persis. Dalam contoh kasus kali ini, kita akan mencoba untuk mengisi besaran gaji masing-masing karyawan berdasarkan golongan mereka menggunakan rumus VLOOKUP. Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk mencari besaran gaji secara otomatis menggunakan VLOOKUP, dan berikut ini langkah-langkah selengkapnya.

  • Ketikkan =VLOOKUP( pada kolom Gaji Tabel B.

  • Klik kolom Golongan karyawan yang akan diisi gajinya dan tambahkan tanda ;. Jadi di kolom H2, akan terlihat rumus VLOOKUP menjadi =VLOOKUP(G2;.

  • Blok data yang ada pada tabel A.

  • Sisipkan tanda $ pada angka dan nomor kolom agar bisa di-drag ke bawah, dan beri tanda ;. Rumus akan terlihat menjadi =VLOOKUP(G2;$A$2:$C$4;.

  • Tambahkan angka 2 dan juga ; pada rumus, sehingga menjadi =VLOOKUP(G2;$A$2:$C$4;2. Ini dikarenakan yang akan dicari adalah gaji, dan gaji ada di kolom ke 2 pada tabel A.

  • Tambahkan FALSE, tutup rumus dengan tanda ) lalu tekan enter. Tampilan akhir rumus menjadi =VLOOKUP(G2;$A$2:$C$4;2;FALSE).


Baca juga: Data Analysis Excel : Yuk Intip Tiga Fungsi Utama Excel untuk Mempermudah Pengelolaan Bisnismu Secara Akurat


5. Yuk Mulai Belajar dan Aplikasikan Rumusnya Melalui Mini Quiz bersama DQLab!

Menarik bukan fitur-fitur dalam Excel? Setelah memahami pembahasannya, kamu bisa mulai mempraktekkannya menggunakan data yang kamu miliki. Excel menjadi salah satu skill yang dibutuhkan jika ingin bekerja sebagai praktisi data. Ingin belajar sekaligus mengasah kemampuan Excel? Daftar di DQLab dan pilih Module Platinum untuk mengakses modul-modul Excel oleh mentor profesional. Yuk, persiapkan diri dengan belajar Excel bersama DQLab. Proses belajar akan lebih seru dan praktis dengan modul yang tersedia! Ada Mini Quiz Excel juga loh yang bisa kamu akses secara GRATIS! Tunggu apa lagi? Buruan SIGN UP di DQLab.id dan nikmati pembelajaran Excel secara fun, praktis dan aplikatif!

Yuk, ikuti Mini Quiznya sekarang caranya dibawah ini :

  1. Buat akun di DQLab.id

  2. Kamu akan masuk ke Learning Platform DQLab Academy

  3. Pilih menu “Quiz” dan pilih “Excel”

  4. Selamat mencoba Sahabat Data DQLab!


Penulis : Salsabila Miftah R

Editor : Annissa Widya Davita


Mulai Bangun Karirmu Bersama DQLab!