Data Scientist: Memanfaatkan ‘Big’ Data Pada Bisnis

Dunia big data sudah mendapatkan exposure dan edukasi ke pasar yang luar biasa, banyak penerapan nyata sudah dilakukan dan memberikan hasil nyata untuk bisnis.

Bahkan akibat keberhasilan ini, teknologi Artificial Intelligence – yang berpotensi memberikan nilai lebih dan dibangun di atas platform big data – dipercaya akan diadopsi oleh bisnis dengan tingkat kecepatan tinggi. Dengan tujuan akhir untuk membantu bisnis dalam mengambil keputusan, mari kita lihat bagaimana perusahaan dapat manfaatkan Data dan mitos Big Data yang sering ditemukan:

Keperluan akan Jumlah Data Yang Besar

Saat ini ada beberapa anggapan menawarkan penjualan data sebagai model bisnis yang sangat baik, dan ini diterima oleh pasar. Dengan semakin banyaknya data, maka data semakin lengkap dan bisnis berpeluang besar untuk dapat menarik manfaat jauh lebih besar. Kerennya teknologi pencarian profil seseorang di social media ditonjolkan untuk kepentingan penawaran ini.

Tapi yang sering dilupakan bisnis adalah tujuannya. Apakah untuk mendapatkan customer baru? Untuk melakukan cross-sell terhadap customer lama? Meningkatkan loyalitas pelanggan dengan melakukan personalized marketing?

Dengan berbagai tujuan yang berbeda itu, maka data yang diambil perlu relevansi yang tinggi.

Sebagai contoh, data alamat tentunya tidak diperlukan pada saat kita ingin melakukan cross-selling. Tetapi relevansinya menjadi pada saat tinggi ingin mendapatkan prospek baru, misalkan ingin menemukan mana yang bertempat tinggal di area cluster. Berdasarkan fakta, sebagian besar customer yang banyak berkontribusi ke perusahaan ternyata bertempat tinggal di cluster.

Intinya kita belum tentu butuh data yang super besar tapi lebih butuh kapasitas untuk mencari pola yang relevan untuk bisnis, apakah itu data besar atau tidak.

Peran Data Scientist dan Big Data

Data Scientist mungkin adalah profesi paling unik karena merupakan kombinasi dari keahlian yang memerlukan pengetahuan struktur data IT, mengoptimalkan data, mempelototi, dan menerjemahkan data yang kadang tidak bisa dilihat oleh business users. Tidak heran profesi ini sering disebut sebagai “Sherlock Holmes” detektif yang terkenal pada certita fiksi – di bidang data analytic. Seorang data scientist membantu perusahaan memanfaatkan data untuk mencari peluang bisnis baru atau mendeteksi ancaman dari dini. Sebagai contoh, dari data bisnis dapat mengetahui kalau ada tren kenaikan penjualan di area tertentu dengan pasar di tingkat remaja untuk produk dan area tertentu. Tidak terdeteksinya tren pada laporan top 10 penjualan, karena persediaan stok produk tersebut tidak terlalu diutamakan di cabang tersebut. Ini akan membuat manajemen untuk secepatnya mengambil keputusan untuk menambah stok dan melakukan berbagai tindakan untuk menguji pasar tersebut lebih lanjut.

DQLab.id – kursus data science online membantu peserta belajar data science secara praktis & aplikatif berbasis project.

Semua keahlian yang dibutuhkan menjadi seorang Data Scientist bisa didapatkan dengan bergabung di program DQLab. Peserta akan belajar data science dengan mengelola kompleksitas data menggunakan project, dan dataset yang mencerminkan kebutuhan industri. Program DQLab dapat diakses online, dimana peserta dapat belajar kapanpun, dimanapun, secara flexible dengan lebih dari 200 komunitas praktisi Industri & Data yang terhubung dan siap membantu dan menjawab pertanyaan. Daftar sekarang, dan mulai karir Anda sebagai Data Scientist hari ini.

Mulai karir Anda

sebagai Data Scientist hari ini!

Mulai karir Anda

sebagai Data Scientist hari ini!